perpustakaan uin malang
Sebagai jantung perguruan tinggi, keberadaan perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dan strategis, yaitu sebagai pusat informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Menyadari akan fungsi strategisnya, perpustakaan selalu berusaha menyediakan informasi ilmu pengetahuan mutakhir dengan memberikan pelayanan secara cepat, akurat, murah, dan nyaman. Oleh karena itu, perpustakaan dipandang sebagai salah satu rukun dari tujuh rukun lembaga, yaitu ma’had, masjid, perpustakaan, laboratorium, ruang kuliah, ruang kantor, dan lapangan olahraga yang hendak dikembangkan demi kokohnya eksistensi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mencapai empat kekuatan yang dikembangkan oleh UIN Malang, yaitu: kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kekokohan profesional. Dengan kata lain, UIN Malang hendak membentuk manusia yang ulama-intelek-professional atau intelek professional yang ulama.
Untuk mendukung tercapainya empat kekuatan ideal tersebut, maka kehadiran perpustakaan sebagai pusat informasi ilmu pengetahuan dan teknologi harus mendapatkan perhatian serius. Perpustakaan bukanlah sekedar gudang buku, sedangkan pegawainya hanya sebagai penjaga atau penunggu gudang. Perpustakaan bukan pula sekedar tempat transaksi pinjam meminjam buku, dan pegawainya hanya bertugas untuk menarik denda bila ada yang terlambat mengembalikan. Demikian pula mahasiswa dan dosen bukan sekedar sebagai masyarakat wajib baca buku bila kebetulan ada tugas akademik, lebih dari itu mereka merupakan atau “masyarakat belajar” yang benar-benar sadar bahwa “membaca” merupakan suatu kebutuhan sepanjang hidup. Karena itu harus dilakukan perubahan cara pandang, agar perpustakaan benar-benar berfungsi sebagai jantung perguruan tinggi, bahkan jantung kehidupan masyarakat pada umumnya.
Sebagai jantung perguruan tinggi, insan perpustakaan UIN Malang memiliki kewajiban moral untuk senantiasa aktif dan setia memberikan pelayanan yang optimal di bawah payung empat kekuatan di muka. Karena itulah, Perpustakaan UIN Malang memandang urgen untuk mendekonstruksi paradigma lama yang tidak relevan untuk segera diganti dengan paradigma baru yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman. Perpustakaan yang terkesan sebagai gudang buku, ibarat ruang yang di dalamnya sepi dari dinamika kehidupan akademik harus segera diubah. Paradigma baru dimaksud adalah, bahwa perpustakaan UIN Malang sebagai “Pusat Informasi dan Wacana Akademik” yang di didalamnya diisi oleh insan-insan perpustakaan yang cerdas akalnya, kuat spiritnya, tinggi moralnya, dan suka bekerja keras.
Tidak dapat disangkal bahwa perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi. Menyadari akan fungsi strategisnya, Perpustakaan UIN Malang selalu berusaha memberikan pelayanan dengan cepat, akurat, nyaman dan menyediakan informasi keilmuan yang mutakhir. Menyadari tuntutan riil yang terjadi di UIN Malang dalam rangka menyongsong masa depan Universitas Negeri Islam (UIN) Malang, maka dipandang perlu menyusun rencana pengembangan perpustakaan UIN Malang ke depan.
Kondisi Perpustakaan sekarang ini dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Keadaan fisik. Luas gedung 900 m2 (dua lantai), terdiri dari 11 ruang: 1 ruang kepala, 1 ruang tamu, 1 ruang referensi, 1 ruang sirkulasi, 1 ruang penitipan barang, 1 ruang photo copy, 1 ruang teknisi, 1 ruang koleksi umum, ruang baca, dan 2 kamar kecil.
2. Koleksi. Koleksi yang dipunyai saat ini:
Buku berjumlah 39.137 eksemplar dengan 8.756 judul;
Jurnal luar negeri 2 buah;
Jurnal dalam negeri 4 buah;
majalah luar negeri 2 buah;
majalah dalam negeri 5 buah;
surat kabar luar negeri 2 buah;
surat kabar dalam negeri 7 buah.
3. Peralatan. Peralatan elektronik yang dipunyai saat ini berupa :
7 unit komputer; 4 printer; 1 buah scanner; 3 buah Bar Code Reader;1 buah VCD Player; 1 buah TV berwarna 14 inc.; 1 buah mesin photo copy; 5 buah CCTV; dan 5 buah TV monitor.
4. Personalia. Perpustakaan UIN Malang dipimpin oleh seorang kepala perpustakaan yang membawahi 17 orang petugas perpustakaan dengan kualifikasi sebagai berikut: 12 orang berijazah S1; 1 orang D3 perpustakaan, dan 5 orang tamatan SMU. (Personalia Terlampir)
5. Pelayanan. Jenis layanan pengguna yang ada saat ini adalah : peminjaman, referensi, OPAC (On Line Public Access Catalogue), Rental komputer, dan photo copy.

Pengembangan Perpustakaan
Perpustakaan menetapkan beberapa prioritas pengembangan pengadaan sarana dan prasarana yang memadai, pelayanan yang cepat dan akurat dengan sistem full otomasi, pengembangan koleksi sesuai dengan kemutakhiran perkembangan ilmu, peningkatan kualitas SDM, dan mengadakan kerjasama antar perpustakaan
Untuk itu, disusunlah rencana pengembangan perpustakaan sbb:
-
Pengembangan sarana fisik. Sesuai dengan Rencana Strategis Pengembangan UIN Malang 10 tahun ke depan, akan dibangun gedung perpustakaan 3 lantai seluas 3168,75 m2 yang terdiri dari 11 ruang.
-
Pengembangan pelayanan pengguna. Perpustakaan senantiasa ingin mengembangkan layanan pada pengguna bukan saja melayani jasa peminjaman dengan full otomasi namun juga ingin mengembangkan jasa pelayanan seperti: Pelayanan referensi dilengkapi dengan microface, CD ROM dan internet, pelayanan ruang khusus untuk peneliti (study Carrel), pelayanan kliping, pelayanan bibliografi, dan pelayanan silang layan.
-
Pengembangan koleksi: penambahan buku sebanyak 150.000 eksamplar, penambahan jurnal luar negeri sebanyak 20 judul, penambahan jurnal dalam negeri sebanyak 25 judul, penambahan majalah luar negeri sebanyak 10 judul, penambahan majalah dalam negeri sebanyak 25 judul, penambahan koleksi CD ROM.
-
Pengembangan SDM, melalui: penambahan tenaga pustakawan, peningkatan wawasan dan skill bagi staff yang ada melalui pengiriman studi lanjut, pelatihan manajemen keperpustakaan, dan mengadakan studi banding ke perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi lain.
-
Pengembangan kerja sama antar perpustakaan.
-
Kerja sama perpustakaan adalah hal yang sangat penting dalam era informasi karena satu perpustakaan tidak mungkin bisa menyediakan semua informasi yang diperlukan pengguna. Oleh karena itu perpustakaan mengupayakan adanya: jaringan informasi dan kerja sama perpustakaan dalam bentuk inter library loan.
Visi dan Misi Perpustakaan UIN Malang
1. Mengamankan Aset Perpustakaan
Asset perpustakaan yang telah dimiliki oleh UIN Malang saat ini ada sekitar 39.000-an lebih koleksi buku, baik koleksi buku-buku umum, koleksi buku-buku keislaman, maupun koleksi buku-buku referensi. Jumlah tersebut mayoritas masih bernuansa ketarbiyahan (pendidikan) dan keagamaan (keIslaman). Baru-baru ini, setelah UIN Malang diberi wewenang Wider Mandate untuk membuka jurusan dan program studi baru, koleksi tersebut semakin beragam. Ada koleksi untuk ilmu-ilmu Biologi, Matematika, Kimia, Fisika, Ekonomi, Hukum, Psikologi, Sosial Politik, Kesehatan Masyarakat, Lingkungan, dan sebagainya. Sumber-sumber belajar tersebut selain perlu diamankan dari kerusakan dan kehilangan, jumlah dan kualitas koleksi buku yang ada perlu secara terus menerus ditingkatkan secara berkesinambungan untuk disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan tuntutan lembaga.
Secara operasional, pengamanan terhadap asset perpustakaan tersebut dijabarkan dalam 3 program pelayanan perpustakaan dalam bentuk:
-
Melakukan sosialisasi secara kontinyu dan berkelanjutan kepada para pengguna jasa perpustakaan bagaimana mengakses perpustakaan dengan baik dan benar, minimal setahun sekali ketika ada acara orientasi mahasiswa baru (OPKAL).
-
Selalu menginformasikan dan menagih kepada para pengguna jasa perpustakaan agar mengembalikan asset perpustakaan yang dipinjam tepat waktu, baik melalui lisan, telepon, maupun surat resmi.
-
Dalam waktu dekat, akan dikembangkan pengamanan terhadap asset perpustakaan dengan alat deteksi canggih scurity gate, camera monitor, alarm dan pintu numbering untuk mendukung sitem otomasi (komputerisasi). Hal ini relevan dengan bentuk pelayanan terbuka (open acces) perpustakaan UIN Malang yang telah dikembangkan selama ini.
2. Mendorong Bangkitnya Wacana Akademik
Pandangan negatif bahwa perpustakaan itu sebagai gudang buku harus segera dibuang jauh-jauh. Perpustakaan bukanlah sekedar ruang atau gedung yang di dalamnya hanya berisi tumpukan buku, apalagi bukunya sudah kuno dan ketinggalan zaman. Demikian pula pegawai yang ada di dalamnya bukanlah penjaga gudang layaknya petugas Satpam, apalagi seperti penjaga neraka yang selalu tampil garang. Pegawai perpustakaan bukanlah sisa-sisa pegawai yang memang sudah tidak cocok lagi ditempatkan di unit-unit lain. Juga perpustakaan bukanlah gudang buku yang di dalamnya sangat sepi, pengap, dan tidak ada dinamikanya.
Sebaliknya, perpustakaan haruslah tampil sebagai “Pusat Informasi dan Wacana Akademik” yang menyenangkan. Perpustakaan benar-benar seperti jantung yang tiada henti-hentinya bekerja memompa nafas segar keilmuan dalam menggerakkan roda kultur akademik. Bila kondisi tersebut sudah loyo tak bergairah lagi karena telah terjangkit virus “kelelahan akademik”, maka perpustakaan harus mampu merangsang dan membangkitkan gairah baru masyarakat akademik yang sedang loyo tersebut. Pada saat itulah, hendaknya perpustakaan menawarkan dirinya sebagai sarana rekreasi intelektual yang menyenangkan, mengantarkan para pengguna jasa perpustakaan melanglang buana melongok jendela kehidupan dunia yang sangat indah dan luas.
Karena itu, perpustakaan menjadi sangat luas isi, daya jangkauan dan fungsinya. Perpustakaan tidak saja berisi tumpukan buku, tetapi berisi apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Tidak saja perpustakaan menjangkau lingkungan sekitar yang dekat dengan lembaganya, tetapi juga menjangkau ke seluruh dunia. Demikian pula ia tidak hanya sekedar sebagai penunjang proses belajar mengajar di dalam kelas di tiap-tiap jurusan dan program studi, lebih dari itu juga bisa berfungsi sebagai sarana rekreasi bagi para insan yang haus ilmu tatkala mereka sedang kelelahan. Melalui buku, sarana-prasarana, dan suasana perpustakaan yang menyenangkan diharapkan dapat mendorong bangkitnya wacana masyarakat akademik sebagaimana digambarkan di muka. Mereka sehari-harinya membaca buku, menulis, berdiskusi, meneliti, melahirkan karya-karya ilmiah besar untuk diabdikan kepada masyarakat luas. Dalam melakukan aktifitas tersebut, mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran perpustakaan. Inilah sesungguhnya yang diharapkan dari kehadiran dan pelayanan insan-insan perpustakaan UIN Malang yang profesional.
Untuk membangun wacana akademik dan kultur masyarakat akademik sebagaimana yang diinginkan, maka secara operasional program layanan perpustakaan yang dikembangkan di UIN Malang berbentuk:
-
Memberi kemudahan kepada para pengguna jasa perpustakaan untuk dapat mengakses perpustakaan secara cepat, murah, dan berkualitas. Untuk itu, Perpustakaan UIN Malang saat ini sedang mengembangkan sistem komputerisasi dengan menggunakan program Integrated Library (InLib Versi 3.01) bekerja sama dengan Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Salah satu program dalam InLib, memudahkan layanan kepada pengguna jasa perpustakaan lewat On Line Public Acces Catalog (OPAC). Dalam waktu dekat, akan dikembangkan pula program DILA (Digital library) yang dilengkapi dengan fasilitas internet untuk mempermudah layanannya. Disinilah Sumberdaya Manusia (SDM) perpustakaan yang handal memainkan peranan yang penting.
-
Menawarkan kartu SAKTI yang memungkinkan setiap pengguna jasa perpustakaan (mahasiswa, dosen, dan karyawan) dapat masuk ke berbagai perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam FKP2T (Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri).
-
Setiap tiga bulan sekali mengadakan bedah buku bekerja sama dengan penerbit buku yang handal.
-
Setiap setahun sekali mengadakan seminar perpustakaan dengan tema-tema aktual yang memungkinkan peserta dari berbagai disiplin ilmu lain tertarik untuk mengikutinya.
-
Selalu menata etalase buku-buku baru setiap 1 minggu sekali untuk diganti dengan koleksi buku-buku terbaru yang marketable.
-
Merubah aturan pinjam buku bagi dosen dan asisten dosen yang selama ini dibeda-bedakan. Setiap dosen dan asisiten dosen boleh meminjam buku sebanyak 10 eksamplar dengan waktu pengembalian yang dipercepat (dua minggu, bila ingin diperpanjang boleh di tambah satu minggu lagi). Hal ini didasari atas pertimbangan bahwa: (1) sebagai dosen muda, tentu merekalah yang lebih banyak membutuhkan leteratur untuk memperkaya khazanah keilmuannya, (2) Lama waktu yang dibutuhkan untuk menyusun paper, makalah, atau bahan persiapan mengajar diperkirakan cukup antara 2 – 3 minggu, (3) Lama waktu tersebut dibatasi 2 – 3 minggu agar perputaran buku bisa lebih cepat mengalir dan dapat digunakan oleh pengguna jasa perpustakaan lain yang membutuhkan.
-
Setiap tiga bulan sekali mengadakan audiensi dengan para pengguna jasa perpustakaan. Hal ini sesuai dengan tradisi perpustakaan selama ini yang patut dilestarikan. Tradisi ini dikembangkan dengan maksud sebagai sarana silaturrakhim antara anggota dengan para pengelola, disamping untuk mencari masukan-masukan berharga demi perbaikan pelayanan perpustakaan di masa depan.
-
Senantiasa melakukan pengadaan perpustakaan sendiri lewat kumpulan tulisan dari berbagai koran, tabloid, majalah, makalah-makalah seminar nasional/internasional, teks pidato pengukuhan guru besar, ringkasan skripsi/tesis/disertasi yang bermutu, ringkasan hasil-hasil penelitian, dan abstrarksi buku-buku atau kitab-kitab klasik dan kontemporer yang selanjutnya didokumentasikan dalam bentuk bendelan tulisan maupun CD.
-
Mengadakan studi banding ke perpustakaan-perpustakaan yang ada di perguruan tinggi lain yang dipandang dapat menjadi inspirasi bagi kemajuan pelayanan perpustakaan UIN Malang ke depan.
-
Sebagai pusat informasi dan wacana akademik, perpustakaan UIN Malang memandang sangat penting untuk mengembangkan pelayanan perpustakaan dengan sentuhan manajemen marketing for library.
Personalia dan Pengguna Perpustakaan UIN Malang
Perpustakaan UIN Malang saat ini memiliki personalia sebanyak 17 orang ditambah seorang kepala perpustakaan. Dari ke-17 personalia tersebut, 10 orang diantaranya memiliki kualifikasi ijazah S1, sedangkan 6 orang lainnya berijazah SLTA dan 1 orang D3 perpustakaan. Dari ke-17 tenaga tersebut, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (11 orang), sedangkan sisanya berjenis kelamin perempuan (5 orang).
Seluruh tenaga perpustakaan tersebut harus melayani mahasiswa yang saat ini (tahun akademik 2000/2001 berjumlah 3.558 dengan dosen/asisten dosen tetap (PNS) sebanyak 139 orang. Berdasarkan catatan dalam daftar hadir pengunjung, perpustakaan UIN Malang rata-rata setiap hari dihadiri oleh 750 – 1.000 pengguna jasa perpustakaan. Pada umumnya mereka terdiri dari dosen dan mahasiswa UIN Malang sendiri, disamping ada mahasiswa luar yang menjadi anggota perpustakaan. Mahasiswa luar tersebut sebagian besar berasal dari perguruan-perguruan tinggi Islam (PTAIS) yang ada di sekitar Malang, dan sebagian yang lain berasal dari luar Malang (Lumajang, Probolinggo, Jember, Situbondo, Jombang, Kediri, Blitar, Tulungagung, Gresik, Surabaya, dll).
Disamping itu, ada juga mahasiswa luar dari perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi non Islam di Malang dan sekitarnya yang ikut menggunakan layanan terbuka (Open Acces) perpustakaan UIN Malang.
Sarana Prasarana dan SDM Yang Hendak dikembangkan
Untuk menarik minat dan meningkatkan layanan perpustakaan, maka performance sarana fisik gedung perpustakaan UIN Malang dan sarana prasarana penunjang lain hendaknya mememenuhi kriteria indah, aman, dan fungsional. Disamping itu, dibutuhkan pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) tenaga pustakawan yang handal. Untuk itu dikembangkanlah program-program perpustakaan sbb:
Pengembangan Sarana Fisik
-
Membangun tangga baru (beratap) di luar gedung perpustakaan (bagian depan sebelah barat) dengan cara menjebol jendela di lt 2 untuk pintu keluar. Hal ini berfungsi untuk mempermudah bagian shelving yang selama ini terasa memberatkan, karena harus mengangkat buku dalam jumlah banyak dari lantai 1 ke lantai 2 yang selanjutnya ditata di rak koleksi umum dan koleksi Islam. Untuk itu, bagian sirkulasi di lantai 1 yang menerima pengembalian buku harus dinaikkan di lt. 2.
-
Perbaikan sebagian lantai dalam dan luar yang saat ini retak dan ambles, hal ini sangat mengkhawatirkan bagi kelancaran layanan.
-
Perlu dibuatkan taman mini di depan gedung perpustakaan yang dilengkapi dengan tempat duduk permanen untuk baca buku secara bebas. Selama ini taman tersebut tidak fungsional
-
Perlu merenovasi tempat cuci tangan dan tempat kencing berdiri (toilet) yang selama ini tidak fungsional untuk diganti dengan tempat shalat (bentuknya memanjang).
-
Pengecatan gedung perpustakaan yang saat ini kondisinya perlu pembaharuan.
-
Untuk memperindah gedung, dekorasi ruang perlu diubah dan dilengkapi dengan hiasan bunga, relief, dan semacamnya.
-
Perlu pajangan tulisan indah berisi moto yang mencerminkan kultur masyarakat akademik yang hendak dibangun, misalnya: budayakan baca buku, bangkitkan wacana akademik
-
Perlu dibuatkan korden untuk seluruh kaca jendela di lantai I dan II.
Pengembangan Sarana Mebel
-
Pembuatan meja counter, untuk mengganti pembatas tidak permanen saat ini yang dirasakan tidak aman di bagian penjaga pintu masuk, pintu keluar, dan bagian sirkulasi.
-
Perlu dibuatkan dua meja bundar lengkap dengan kursi secara melingkar. Satu set untuk ruang rapat/diskusi kecil staf perpustakaan, satu set untuk ruang baca referensi pengguna.
-
Penambahan 6 buah rak baru, karena selama ini sudah tidak muat lagi.
-
Pembuatan almari arsip, selama ini belum punya dan arsip belum tertata rapi
-
Perlu penambahan alat penerang di lantai II yang saat ini kurang memadai
-
Perlu penambahan kipas angin di lantai II yang saat ini kurang memadai
-
Penggantian karpet yang sat ini lusuh, 32 m untuk lt. 2. Dan penambahan karpet 30 m untuk ruang pimpinan dan staf di lt. I.
Pengembangan Sarana Komputer dan Elektronik
1. Penambahan seperangkat komputer dengan rincian :
-
Untuk Internet : Komputer Pentium III 500 Hertz, UPS 600 watt, Stavolt Regulator Merk Matsunaga, Modem 90 Kbps, Printer BJC 1000 SP.
-
Untuk Sirkulasi dan Cetak Barcode : Komputer Pentium II 400 Hertz, UPS 600 watt, Stavolt Regulator Merk Matsunaga, Barcode Reader.
-
Untuk Pelayanan Koleksi Tersier (Terjemahan Kitab-kitab Klasik dan Kontemporer) : Komputer Pentium II 400 Hertz, UPS 600 watt, Stavolt Regulator Merk Matsunaga, Printer BJC 1000 SP
-
Untuk Rental Computer : Komputer Pentium II 400 Hertz, UPS 600 watt, Stavolt Regulator Merk Matsunaga, 4. Printer BJC 1000 SP, Pengadaan Audio Visual untuk meningkatkan mutu pelayanan referensi
2. Pemasangan sambungan telepon baru, telepon, dan box untuk fasilitas internet seharga Rp. 750.000,-
3. Pengadaan soft ware baru DILA (Digital Library) seharga Rp. 7.000.000,-
4. Untuk pengamanan, perlu diadakan Scurity Gate. Sebab Perpustakaan STAIN Malang menerapkan model layanan terbuka (open acces) yang rentan terjadinya kerusakan dan kehilangan.
5. Seperangkat sound system untuk menunjang sistim informasi perpustakaan, mempermudah akses informasi ke pengguna.
6. Pengadaan Satelit Decoder Receiver (seharga sekitar 2 juta rupiah) untuk alat pandang dengar bertempat di Lt. 1 untuk mendukung ruang referensi
Pengembangan SDM
-
Mengirim 2 tenaga perpustakaan untuk studi lanjut tingkat S1 perpustakaan (Sarjana Ilmu Perpustakaan), dan 1 orang untuk menempuh pendidikan setingkat S2 perpustakaan (Magister Library).
-
Mengadakan Studi Banding ke UPT Perpustakaan Universitas Indonesia, UPT Perpustakaan Universitas Parahyangan, UPT Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, dan UPT Perpustakaan IPB Bogor.
Mengadakan Pelatihan Manajemen Pelayanan Keperpustakaan
1. Profil Perpustakaan UIN Malang
Bangunan gedung perpustakaan UIN Malang seluas 900 m2 saat ini, terletak di tengah-tengah lokasi kampus yang sejuk dan strategis. Perpustakaan ini melayani pengguna secara terbuka (layanan terbuka penuh), para pengguna dapat secara langsung memilih dan mencari sendiri koleksi yang diinginkan pada rak buku yang tersedia. Bahkan sejak tahun akademik 2000/2001 perpustakaan UIN Malang telah menerapkan sistem Integrated Library (Inlib Ver. 3.01) yang didukung 8 buah sarana komputer. Salah satu modul yang ditawarkan dalam sistem tersebut, adalah apa yang disebut dengan Open Public Access Catalogue (OPAC), yakni pengguna dapat dengan mudah, cepat dan akurat mencari koleksi buku atau sumber-sumber referensi yang dibutuhkan melalui komputer dan pelayanan semi otomasi.
Hingga saat ini, terdapat lebih dari 47.838 koleksi perpustakaan UIN Malang, baik koleksi umum maupun keislaman. Koleksi tersebut diperkaya pula dengan jurnal-jurnal dari dalam maupun luar negeri. Terdapat pula ribuan koleksi referensi pilihan seperti skripsi, tesis, ensiklopedi, kitab klasik maupun kontemporer bermutu dari dalam dan luar negeri. Dan masih banyak lagi koleksi khusus seperti kumpulan hasil-hasil penelitian, pidato ilmiah, dan kliping artikel pilihan. Dalam rencana strategis (Renstra) pengembangan perpustakaan 10 tahun ke depan, direncanakan memiliki 150.000 koleksi.
Dengan layanan yang ramah dan menyenangkan, para pengguna jasa perpustakaan hingga saat ini dilayani oleh 17 tenaga perpustakaan, dan dipimpin oleh seorang kepala perpustakaan, jadi kesemuanya berjumlah 18 orang. Dari ke-18 orang tenaga tersebut, 1 orang diantaranya memiliki kualifikasi ijazah S2, 11 orang S1 sedangkan 6 orang lainnya berijazah SLTA dan 1 orang D3 perpustakaan.
Seluruh tenaga perpustakaan di atas harus melayani mahasiswa yang saat ini (tahun akademik 2001/2002 sebanyak 5100 orang) dengan dosen/asisten dosen tetap (PNS) sebanyak 152 orang. Berdasarkan catatan dalam daftar hadir pengunjung, perpustakaan UIN Malang rata-rata setiap hari dihadiri oleh 750-1.000 pengunjung. Pada umumnya mereka terdiri dari dosen dan mahasiswa UIN Malang sendiri, disamping ada mahasiswa luar yang menjadi anggota perpustakaan. Mahasiswa luar tersebut sebagian besar berasal dari perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di sekitar Malang, dan sebagian yang lain berasal dari luar Malang seperti: Probolinggo, Jember, Tulungagung, Kediri, Surabaya dll.
2. Rencana Program Pengembangan
Untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, maka perpustakaan UIN Malang menyusun program pengembangan 10 tahun ke depan dengan skala prioritas sebagai berikut:
1. Pengembangan Full Otomasi perpustakaan, audio visual, dan internet.
2. Penambahan 150.000 koleksi perpustakaan.
3. Penambahan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
4. Pengadaan Security Gate (alat pengaman) perpustakaan.
5. Pembangunan gedung baru perpustakaan
6. Penambahan sarana dan prasarana meubelair dan dekorasi ruang perpustakaan.
7. Pengadaan WARINTEK.
8. Pengadaan mesin reproduksi dan percetakan.
9. Pengadaan kantin perpustakaan
Adapun pada tahun 2001/2002 s.d 2002/2003, perpustakaan UIN Malang menitik beratkan terealisasinya program, pertama penerapan otomasi/aplikasi teknologi Informasi secara penuh (layanan perpustakaan digital, audio visual dan Internet) dan kedua melengkapi koleksi perpustakaan dengan koleksi bahan pustaka yang relevan dengan kebutuhan pemakai, ketiga pengembangan kualitas SDM, keempat menumbuh-kembangkan minat baca di kalangan pemakainya.
Untuk program otomasi perpustakaan sejak tahun 2001/2002 mulai diterapkan, meskipun masih perlu penambahan hardware dan software baru yang lebih canggih dan compatible. Sedang untuk penambahan buku, diharapkan untuk tahun 2002/2003 dapat terealisasikan. Selain itu secara bertahap akan dilakukan pengiriman staf perpustakaan untuk magang dan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, serta mengadakan lokakarya/seminar bidang perpustakaan dan informasi. Untuk menumbuh-kembangkan minat baca di kalangan pemakainya akan diupayakan terus dengan melengkapi koleksi, menciptakan perpustakaan dalam suasana yang tenang dan nyaman, memberikan pelayanan prima dan memberi kemudahan prosedur yang diperlakukan di perpustakaan
DIarsipkan di bawah: Peraturan Perpustakaan | Tidak ada komentar »